Lokakarya Kedua Pendidikan Guru Penggerak

Lokakarya 2 PGP: Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas Dr H Suwarno Muriyat SAg MPd didamping Kabid Pembinaan Ketenagaan M Ali Hanafiah, sejumlah Narasumber dari P4TK IPA Bandung, Pendamping dan Peserta Pendidikan Guru Penggerak (PGP) Angkatan Pertama pada Lokakarya kedua, Sabtu (12/12) pagi dihalaman Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas.

Lokakarya Kedua Pendidikan Guru Penggerak

KUALA KAPUAS – Program Pendidikan Guru Penggerak (PGP) Angkatan Pertama kini telah memasuki bulan kedua dari sembilan bulan pelaksanaan sebagaimana yang telah direncanakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Sebanyak 26 Pendamping dan Peserta PGP asal Kabupaten Kapuas, mengikuti Lokakarya Kedua, Sabtu (12/12) di ruang rapat Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas

“PGP merupakan program pendidikan kepemimpinan dari Kemendikbud bagi guru untuk menjadi pemimpin pembelajaran. Program ini meliputi pelatihan daring (dalam jaringan) lokakarya, konferensi dan Pendampingan selama 9 bulan bagi calon Guru Penggerak. Selama program itu dilaksanakan, guru tetap menjalankan tugas mengajarnya sebagaimana biasanya” ucap Rini Nuraeni, M.Si Narasumber dari P4TK IPA Bandung

Wanita berhijab ini menambahkan bahwa tujuan PGP adalah Calon Guru Penggerak mampu memahami filosofi pendidikan Ki Hadjar Dewantara dan melakukan refleksi kritis atas hubungan nilai-nilai dengan konteks pendidikan lokal dan nasional pada saat ini. Mampu menjalankan strategi sebagai pemimpin pembelajaran yang mengupayakan terwujudnya sekolah sebagai pusat pengembangan karakter dengan budaya positif, serta mampu mengembangkan dan mengkomunikasikan visi sekolah yang berpihak pada murid kepada para guru dan pemangku kepentingan.

“Peserta dari Kabupaten Kapuas sangat antusias dan aktif dalam mengikuti program ini. Hari ini saya didampingi Trimukti Zahrowani SE, Retzy Noer Azizah SSi MPd, Resbudi dan Pipin Pinardi sebagai Narasumber dan Petugas dari Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK) IPA Bandung melihat secara langsung Lokakarya Kedua yang mengangkat Tema Komunitas Praktisi sebagai Strategi Pengembangan Profesional Guru” tambah Nuraeni

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas Dr H Suwarno Muriyat dihadapan Narsasumber, Pendamping dan Peserta PGP selain menguraikan keadaan geografis dan budaya di Kalimantan Tengah, juga menyatakan rasa terima kasihnya kepada Kemendikbud atas program yang menurutnya sangat tepat dalam upaya meningkatkan kualitas Pendidikan.

“Pendidikan Hebat Kapuas Cerdas, merupakan program penguatan bertujuan agar mutu lulusan semakin meningkat kualitasnya, bukan hanya sebatas nilai tinggi tetapi berkarakter dan berakhlak mulia. Hal ini dapat terwujud karena pendidik dan tenaga kependidikannya semakin profesional, implementasi kurikulum yang sejalan dengan kearifan lokal serta daya dukung tinggi dari stakeholder pendidikan. Salahsatu upaya agar guru semakin profesional adalah melalui program Pendidikan Guru Penggerak” pungkas H Suwarno (hmsddk)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)

RSS
Follow by Email
WhatsApp