Rakor Sepakati Jadual Sosialisasi PSP

Rakor Sekolah Penggerak – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas Dr H Suwarno Muriyat SAg MPd mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Sosialisasi Program Sekolah Penggerak (PSP) secara virtual bersama Plt.Kadisdik Prov Kalteng, Kepala BP Paud Dikmas, Kepala LPMP dan Kadisdik Kabupaten; Gunung Mas, Murung Raya dan Barito Utara, Senin (8/2) siang

Rakor Sepakati Jadual Sosialisasi PSP

KUALA KAPUAS – Pasca peluncuran Merdeka Belajar 7: Program Sekolah Penggerak (PSP) oleh Mendikbud Nadiem Anwar Makarim awal pekan lalu berikut penetapan sebanyak 111 penerima PSP dari 514 Kabupaten/Kota se Indonesia dilakukan Rapat Koordinasi (Rakor) se Kalimantan Tengah. Rakor PSP secara virtual dan berlangsung hampir satu jam itu dibuka oleh Plt.Kadisdik Provinsi Kalimantan, Saifudi diikuti pula Kepala BP Paud Dikmas Santoso, Plt.Kepala LPMP Tomy Haridjaya serta Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas, Gunung Mas, Murung Raya dan Barito Utara, Senin (8/2) siang

Kadisdik Kabupaten Kapuas usai mengikuti rakor menyatakan bahwa keempat Kabupaten telah ditetapkan jadual pelaksanaan sosialisasinya. “Sosialisasi PSP bagi Kepala Sekolah se Kabupaten Kapuas akan dilaksanakan secara virtual pada tanggal 10 Februari 2021 sejak pukul 07.00 WIB. Harapan saya kepada seluruh Kepala Sekolah (TK/Paud, SD, SMP dan SMA) se Kabupaten Kapuas segera melakukan registrasi melalui https://s.id/Registrasi_PESERTA_SosialisasiPSPbagiKS serta mengikuti sosialisasi di hari Rabu (10/2) nantinya seluruh peserta yang telah teregistrasi akan disediakan sertifikat gratis.

Ditegaskannya pula jika keikutsertaan Kepala Sekolah dalam sosialisasi PSP menjadi penting agar memahami dengan tepat berbagai ketentuan, prosedur dan persyaratan selekasi PSP. “Kuota sekolah penerima se Kalimantan Tengah sangat terbatas hanya 40 lembaga terdiri dari 8 TK/Paud, 9 SD, 11 SMP, 8 SMA dan 4 PLB.

Silakan para Kepala Sekolah Negeri/Swasta untuk saling berkompetisi dalam seleksi agar menjadi pelaksana PSP tahun 2021. Nantinya selama lima tahun Kemendikbud bersama Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota secara bersama-sama akan meningkatkan kualitas belajar siswa melalui 5 jenis intervensi; pendampingan konsultatif dan asimetris, penguatan SDM sekolah, pembelajaran kompetensi holistik, perencanaan berbasis data serta digitalisasi sekolah” pungkas H Suwarno Muriyat (hmsddk)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)

RSS
Follow by Email
WhatsApp