Kadisdik Ajak PKBM Tunas Harapan Sukseskan Program PHKC

Serahkan perlengkapan modul belajar: Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas, Dr. H. Suwarno Muriyat, S.Ag, M.Pd didampingi Penilik Luar Sekolah Korwil Bidang Pendidikan Kecamatan Basarang, Adi Warman MPd, dan Ketua PKBM Tunas Harapan Basarang, Lisdawati SPd saat menyerahkan modul pembelajaran Paket A, B dan C serta perlengkapan belajar dari Pemerintah Kabupaten Kapuas kepada warga belajar, Rabu (27/1) siang di PKBM Tunas Harapan.

Kadisdik Ajak PKBM Tunas Harapan Sukseskan Program PHKC

Kuala Kapuas – Sebanyak 20 Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang tersebar di 17 kecamatan merupakan lembaga pendidikan non formal sebagai penyelenggara program Paket A, B, dan C yang setara dengan SD, SMP, dan SMA. PKBM memiliki keunggulan tersendiri, merupakan penyelenggara pendidikan yang tidak terbatas dalam bidang penyetaraan saja namun juga disertai pendidikan kecakapan hidup dan berbagai keterampilan. Salahsatu dari keduapuluh lembaga nonformal yang ditinjau Kadisdik Kapuas Dr H Suwarno Muriyat, Rabu (27/1) siang adalah PKBM Tunas Harapan Desa Maluen Kecamatan Basarang.

Kepada tamunya, Pemilik Yayasan Tunas Harapan Adi Warman MPd yang menaungi PKBM melaporkan jika lembaga yang dimilikinya itu telah berdiri sejak tahun 2008. “Kami telah meluluskan sebanyak 10 angkatan dengan jumlah sedikitnya 300 warga belajar menamatkan pendidikannya juga membawahi 8 PAUD” lapor Adi

Ia juga menambahkan terdapat sejumlah prestasi menggembirakan yang telah diraih warga belajarnya ditingkat Kabupaten Kapuas. Hal ini karena Tutor yang dimiliki berkualifikasi Sarjana bahkan Pascasarjana serta media pembelajaran sangat memadai. “Tahun 2020 lalu kami mendapat bantuan Teknologi Informatika dan Komputer (TIK) dari Kemendikbud sebanyak 12 unit sehingga semakin melengkapi TIK yang telah kami miliki sebelumnya.

Beberapa warga belajar mengembangkan usaha menjahit dari mesin jahit lembaga sehingga dapat memenuhi permintaan pakaian seragam peserta didik PAUD binaan PKBM Tunas Harapan. Ada pula hasil olahan warga belajar berupa kue kering dan berbagai kerajinan tangan yang dipasarkan langsung di toko/kios terdekat maupun secara online” ucap Adi

Masih ditempat yang sama H Suwarno Muriyat, Kadisdik Kabupaten Kapuas dihadapan Pengelola PKBM dan warga belajar menguraikan tentang peran PKBM dalam mendukung pencapaian program Pendidikan Hebat, Kapuas Cerdas (PHKC). Menurutnya PHKC merupakan program penguatan terhadap mutu lulusan, peningkatan profesionalisme pendidik dan tenaga kependidikan, peningkatan peran stakeholder pendidikan serta implementasi kurikulum berbasis kearifan lokal.

“Peran PKBM sangat besar dalam mencapai keempat tujuan PHKC, bahkan dapat meningkatkan Angka Partisipasi Murni (APM) maupun Angka Partisipasi Kasar (APK). Pandemi covid-19 yang masih mewabah menyebabkan Belajar Dari Rumah (BDR) berdampak pada angka putus sekolah, dimana peserta didik memanfaatkan waktu luangnya untuk bekerja mendukung ekonomi keluarga dan menjadi lengah lanjutkan studinya” jelas H Suwarno

Pria yang juga pernah menjadi Pamong Belajar pada UPTD Sanggar Kegiatan Belajar itu meminta agar para Tutor dan PKBM untuk mencari informasi dari sekolah/madrasah yang mungkin saja ada anak yang putus sekolah karena dampak pandemi atau ekonomi keluarga agar memasukkan pada pendidikan kesetaraan sehingga anak-anak tadi dapat melanjutkan studinya namun sambil bekerja.

“Semakin lengkapnya sarana dan prasarana pembelajaran yang dimiliki lembaga diantaranya TIK dapat dimanfaatkan oleh sekolah/madrasah disekitar lembaga menjadi media pembelajaran. BDR dapat dilakukan dalam jaringan (daring) maupun kombinasi dengan luar jaringan (luring). Jadikanlah PKBM sebagai rumah belajar bagi anak, pemuda dan masyarakat agar terjadi peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Kapuas sekaligus wujud pencapaian PHKC dari jalur pendidikan nonformal” pungkas H Suwarno Muriyat.

Diakhir kunjungan, H Suwarno Muriyat, mantan Kadiskominfo ini mencoba berkomunikasi dengan peserta didik dari jarak jauh serta mencoba TIK sebagai media pembelajaran yang efektif dan efisien penyelenggaraan Belajar Dari Rumah (BDR) secara daring maupun luring. (hmsddk)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)

RSS
Follow by Email
WhatsApp