Pramuka Peduli dan PGRI Kapuas Bantu Banjir Kalsel di Tugu Alam Roh

Bantuan: Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kapuas Dr H Suwarno Muriyat SAg MPd didampingi Satgas Pramuka Peduli Kwarda Kalsel, PGRI Kabupaten Kapuas Abriansyah, Sekretaris Pramuka Peduli Anang Fairuzy dan Daniel, serahkan bantuan kepada Kepala Desa Paku Alam, Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar di Tugu Alam Roh, Markas Pejuang Menegakkan Kemerdekan RI di Kalimantan Selatan

KUALA KAPUAS – Menipisnya bahan pangan yang dimiliki masyarakat Desa Paku Alam Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar karena tidak dapat bercocok tanam akibat seluruh kebun, sawah dan rumah digenangi air, mendorong Pramuka Peduli, PGRI Kapuas dan Saka Widya Budaya Bakti binaan Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas menyerahkan langsung bantuan ke lokasi banjir bertempat di Tugu Alam Roh, Markas Pejuang Menegakkan Kemerdekan RI 17 Mei 1949 di Desa Paku Alam Kalimantan Selatan, Sabtu (23/1) siang

“Kedatangan kami hari ini setelah sebelumnya berkoordinasi dengan Kak H Aris, Satgas Pramuka Peduli Kwarda Kalimantan Selatan menginformasikan bahwa di RT II Desa Paku Alam seberang Lok Baintan Kecamatan Sungai Tabuk dalam kondisi air setinggi 50 centimeter. Sedikitnya ada 96 KK kesulitan mencari bahan pangan dan minimnya bantuan yang sampai karena cukup jauh dari keramaian kota. Mohon diterima bantuan ini dan kami doakan semoga musibah banjir pandemi Covid-19 segera berakhir sehingga kita semua dapat beraktifitas normal kembali” ucap H Suwarno sembari menyerahkan bantuan

H Suwarno Muriyat yang juga Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas menambahkan bahwa diserahkan bantuan sembako, makanan siap saji, obat-obatan, lilin, popok dan susu bayi, kopi, teh, sabun, pakaian layak pakai dan perlengkapan sholat. Bantuan ini merupakan hasil penggalangan dana dan barang dari masyarakat Kapuas oleh Satgas Pramuka Peduli Kwarcab Kapuas, para Guru melalui Pengurus Kabupaten PGRI Kapuas, karyawan Disdik Kapuas serta Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat melalui Saka Widya Budaya Bakti binaan Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas.

“Alhamdulillah, atasnama masyarakat Paku Alam Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar mengucapkan terima kasih yang sebanyak-banyaknya kepada Bapak/Ibu Pramuka, Dinas Pendidikan dan PGRI Kapuas yang telah banyak membantu kami masyarakat Paku Alam yang sangat bermanfaat” ucap Kades Paku Alam saat menerima bantuan

Dari pantauan, seluruh permukiman, rumah ibadah dan sekolah terendam air, hanya tersisa rumah adat Banjar bubungan tinggi sebagai museum sekaligus pos penjagaan Monumen ALRI Divisi IV Pertahanan Kalimantan yang terletak di RT 2 Desa Paku Alam menjadi satu-satunya tempat pengungsian. Disekitarnya terdapat Tugu Alam Roh sebagai peringatan atas perjuangan para pahlawan/pejuang rakyat Kalimantan Selatan dalam menegakkan kemerdekaan RI yang lokasinya terpencil.

“Untuk mencapai lokasi ini kami memerlukan waktu hampir dua jam melawan arus deras sungai Martapura menggunakan dua buah kapal untuk membawa bantuan dan berlanjut gunakan perahu kecil berdayung susuri sungai Tandipah maupun pekarangan rumah yang terendam.

Satu kapal kami bagikan ke Desa Paku Alam dan satu kapal lainnya kepada posko-posko disepanjang sungai Martapura yang berada di atas pohon dan kapal serta klotok dan perahu, mendekati kapal yang kami tumpangi. Hati ini sangat miris dan sedih melihat anak-anak, remaja bahkan telah berusia renta (kakek dan nenek) namun dengan penuh semangat mengayuh perahunya mendekati kami demi memperoleh bantuan untuk bertahan hidup” pungkas H Suwarno Muriyat (hmsddk)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)

RSS
Follow by Email
WhatsApp